Lowongan Kerja: Jangan Terburu-buru Kirim Lamaran

“Find out what you like doing best and get someone to pay you for doing it” – Katherine Whitehorn

Lamaran kerja atau melamar pekerjaan bisa jadi adalah kerja yang melelahkan buat kamu. Bahkan bikin frustasi. Sekian lamaran kamu kirim, sekian kali pula kamu gagal. Jangankan dipanggil apalagi ikut test. Dijawab pun tidak.

Kalau kamu bertanya pada orang yang telah bekerja tetang kiat sukses mencari kerja, jawabannya pasti beragam. Nasehatnya beragam, tipsnya macam-macam. Ada yang dapat kerja karena koneksi atau networking. Ada lagi yang lamar langsung, ada yang lewat biro. Atau BKK di sekolah. Ada yang dapat panggilan karena menggunakan aplikasi online. Dan sebagainya.

Tapi kalau kamu balik bertanya kepada orang yang memberi tips itu: “Apakah dengan mengikuti nasehatmu, saya PASTI dapat kerja?” Haha, mereka tentu tidak dapat memastikan. Paling jawaban mereka “Coba aja deh. Siapa tahu dapat kerjaan”.

Jadi jalan mendapat pekerjaan itu unik untuk masing-masing. Tiap orang mendapatkan dengan cara-cara sendiri. Artinya, semua cara pantas dicoba. Tentu saja cara-cara yang tidak melanggar aturan, norma atau keyakinan masing-masing.

Tidak sedikit orang menawarkan jalan pintas yang melanggar hukum untuk sebuah pekerjaan. Awal yang buruk akan berakhir dengan buruk juga.

Dengan membuka pikiran dan cara mendapat pekerjaan terbukalah lebih banyak kesempatan mendapat pekerjaan. Namun begitu, sejalan dengan banyaknya informasi yang didapat bertambah juga pekerjaan untuk melakukan pilihan.

Saya menanyakan kepada beberapa orang, apa yang mereka lakukan dengan informasi lowongan yang mereka terima?

Kebanyakan menjawab, kami kirimi saja lamaran-lamaran kepada perusahaan tersebut. Cara ini kelihatan efektif. Tetapi sesungguhnya akan merugikan dalam jangka pendek maupun panjang.

Tidak semua perusahaan cocok untukmu dalam beberapa hal. Misalnya, lokasi, jenis pekerjaan yang ditawarkan, sistem penggajian dan sebagainya. Karenanya sebelum mengirim lamaran, perlu sekali untuk melihat perusahaan dan jenis pekerjaan yang ditawarkan. Lalu, ujilah dengan harapan maupun kemampuanmu sebelum mengirimkan lamaran.

Kalau kamu salah memilih perusahaan maupun jenis pekerjaan, dalam jangka panjang tentu akan merugikanmu dan merugikan perusahaan. Bisa jadi kamu akan dicap sebagai karyawan yang malas atau tidak bertanggungjawab. Sebabnya sepele, kamu terburu-buru mengirim lamaran.